Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

SanDisk Ciptakan Flash Memory 128 Gb Terkecil

 
SanDisk (ist)

Jakarta - SanDisk mengklaim telah melakukan terobosan baru karena berhasil menciptakan flash memory terkecil di dunia. Dengan proses fabrikasi 19nm chip ini akan terlihat lebih mungil dari biasanya.

Ya, dengan proses pembuatan yang semakin ringkas maka memori berkapasitas besar akan lebih mudah diciptakan. Hal ini akan sangat membantu sekali untuk beberapa produk yang belakangan ini sedang ngetren, misalnya saja smartphone, tablet, atau ultrabook.

Dikutip detikINET dari tomshardware, Jumat (24/2/2012), flash memory chip NAND 128 Gb terkecil dapat menampung 128 milyar bit informasi dalam satu silikon berukuran 170 mm, jauh lebih kecil dari memori yang banyak beredar saat ini.

"SanDisk telah menciptakan generasi kesembilan Multi-Level Cell (MLC) dan generasi ketiga teknologi X3. Dengan kombinasi ini maka SanDisk bisa memasukan informasi yang lebih banyak dalam tiap cell memory," tulis pernyataan SanDisk.

Selain itu SanDisk juga mengklaim gabungan kedua teknologi tersebut membuat memori mereka mampu menulis hingga 18 MB/s.


Sabtu, 22 Oktober 2011

Inilah Ucapan dan Pemikiran Steve Jobs Semasa Hidup

 
    NEW YORK, KOMPAS.com Steve Jobs,  pendiri dan mantan CEO Apple, disebut-sebut sebagai salah satu orang paling berpengaruh di abad ini, baik dalam bisnis maupun inovasi teknologi. Ia menjadi begitu fenomenal dengan melahirkan banyak pemikiran yang berharga dan bisa dikenang. Legenda Apple ini meninggal pada Rabu (5/10/2011) setelah berjuang melawan kanker pankreas. Lantas apa saja pemikiran-pemikirannya semasa hidup? Berikut ini beberapa pernyataan yang dilontarkannya.
    Teknologi membuat hidup kita lebih mudah. Ini bisa menyentuh berbagai sisi kehidupan seseorang yang kita pikir tidak akan bisa.
    -- Steve Jobs
    Pidato Steve Jobs di Stanford University pada 2005
    "Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah cara yang paling efektif untuk berani membuat keputusan besar dalam hidup. Karena segala harapan, kebanggaan, rasa malu, serta ketakutan terhadap kegagalan akan tidak berarti jika dihadapkan dengan kematian. Mengingat bahwa kita akan mati adalah cara terbaik untuk menghindari pemikiran takut gagal. Tidak ada alasan untuk Anda tidak mengikuti kata hati Anda."
    "Waktu Anda sangat terbatas. Jangan terperangkap oleh dogma yang membuat Anda hidup di pemikiran orang lain. Jangan biarkan gangguan dari opini orang lain mengalahkan suara hati Anda."
     
    Konferensi AllthingsD pada 2010
    "Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada menerima e-mail dari seseorang yang tidak saya kenal di berbagai belahan dunia yang baru saja membeli iPad. Ia menceritakan pengalamannya menggunakan iPad dan menyatakan bahwa iPad merupakan produk teknologi paling keren yang ia bawa pulang ke rumah sepanjang hidupnya. Itulah yang membuat saya untuk terus bertahan. Itulah yang menguatkan saya pada 5 tahun lalu, 10 tahun lalu, ketika semua kesempatan hampir tertutup. Dan, ini yang akan terus menyemangati saya pada lima tahun ke depan, apa pun yang akan terjadi."
     
    Wawancara dengan majalah "Playboy" pada 1985
    "Saya tidak berpikir akan bekerja sekeras ini untuk sesuatu, tapi bekerja untuk Macintosh adalah pengalaman paling menarik dalam hidup saya. Ketika kami selesai presentasi pada rapat pemegang saham, semua orang di auditorium berdiri dan memberi penghargaan dengan melakukan standing ovation selama lima menit. Itu merupakan hal yang tidak akan saya lupakan. Tidak ada yang pernah berpikir bahwa kami bisa menyelesaikan proyek ini. Dari situ, semua orang mulai menitikkan air mata."
     
    Peluncuran produk Apple pada Juni 2011
    "One more thing...."
     
    Wawancara dengan "Business Week" pada 2004
    "Inovasi datang ketika orang bertemu di jalan atau bercakap-cakap di telepon pada pukul 22.30 tentang sebuah ide. Atau, inovasi itu ketika mereka sadar ada sesuatu yang bisa dipecahkan terhadap sebuah masalah. Atau, ketika pada sebuah pertemuan dengan enam orang yang dihubungi oleh seseorang karena dia pikir menemukan suatu ide yang akan menghasilkan sesuatu yang hebat dan semua orang mendengarkan dengan antusias."
     
    Wawancara dengan "Fortune Magazine" pada 2000
    "Di benak sebagian besar orang, desain itu berarti hanya untuk menutupi sesuatu dan interior adalah sebuah dekorasi. Desain dan interior tak lebih dari produk kain untuk gorden dan sofa. Tapi buat saya, tidak ada yang lebih berharga dari sebuah desain. Ini merupakan jiwa dari setiap kreasi manusia yang mampu menginformasikan tiap-tiap lapisan yang ada dari produk maupun jasa yang dihasilkan."
     
    Wawancara dengan "Wired" pada 1996
    "Teknologi membuat hidup kita lebih mudah. Ini bisa menyentuh berbagai sisi kehidupan seseorang yang kita pikir tidak akan bisa. Anda mungkin memiliki anak yang kurang sempurna dan bisa membentuk komunitas dengan orang tua lain yang memiliki pengalaman serupa sehingga bisa mendapatkan informasi medis, dukungan, serta informasi obat-obatan yang sangat berguna."

    Ditemukan Planet dengan Dua Matahari



    Desika Pemita
    Liputan6.com, New York: Sekelompok ilmuwan asal Amerika Serikat menemukan planet baru yang mengorbit pada dua bintang. Kantor Berita NHK mewartakan, Jumat (16/9), planet yang letaknya sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi itu memiliki dua matahari.

    Peneliti dari SETI Institute di California, Amerika Serikat, menemukan planet tersebut dengan menganalisis data yang dikirim dari teleskop ruang Kepler. Planet yang dinamakan Kepler 16-b berputar di dua bintang setiap 229 hari.

    Para ilmuwan menjelaskan teleskop tersebut mampu mendeteksi sistem bintang ganda dengan menganalisis perubahan kecil dalam cahaya ketika planet dan bintang-bintang tumpang tindih. Mereka mengatakan suhu di planet itu minus 73 derajat Celcius atau di bawah, sehingga hampir tidak ada kemungkinan terdapat kehidupan di sana.

    Dailytech mewartakan, besar salah satu matahari di planet baru itu 70 persen ukuran matahari di bumi. Sedangkan matahari yang lainnya memiliki ukuran lebih kecil 20 persen dari sumber tata surya di bumi.

    Penemuan planet itu sebenarnya pernah diceritakan dalam film fiksi ilmiah Star Wars. Planet bernama Tatooine di Star Wars awalnya hanya dianggap mimpi para pembuat film. Namun, beberapa para ilmuwan meyakini jika fiksi ilmiah terkadang akan menjadi kenyataan.(ADO)

    Senin, 26 September 2011

    Ditemukan, 'Anomali' Lain Segitiga Bermuda

     
     
    Segitiga Bermuda -- wilayah imajiner yang menghubungkan Puerto Rico, perairan Florida, dan Bermuda -- tenar karena imej mistisnya. Hal itu diperkuat fakta ratusan kapal dan pesawat menghilang di area itu. Meski akhirnya ditemukan, sejumlah kapal dalam keadaan kosong, tanpa kru dan penumpang yang menghilang misterius.
    Seorang penulis, Vincent Gaddis in 1964 berpendapat, ada anomali yang menjelaskan fenomena aneh tersebut. Namun, Segitiga Bermuda memperoleh ketenarannya pada 1974, saat Charles Berlitz menerbitkan  buku yang mempopulerkan Segitiga Bermuda sebagai 'Sea Devil' atau 'Laut Setan'.

    Pasca itu, berbagai kelompok ilmuwan meneliti Segitiga Bermuda untuk menemukan anomali yang dianggap bertanggung jawab atas sekian kecelakaan aneh di sana. Namun tak ada satupun yang berhasil ditemukan. US Coast Guard bahkan menyajikan laporan yang menyebut, kejadian kapal lebih sering terjadi di Segitiga Bermuda dari wilayah lain, dikarenakan badai.

    Pada tahun 1990-an, ketertarikan pada Segitiga Bermuda memudar. Namun, baru-baru ini, ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan 'anomali' lain di Segitiga Bermuda. Ini tak ada kaitannya dengan menghilangnya kapal atau pesawat.

    Para ilmuwan Bermuda Institute of Oceanology yang dipimpin Professor Craig Carlson menemukan, permukaan air di kawasan itu dipenuhi berbagai macam virus. Kabar baiknya, virus itu tak mengancam manusia. Mereka hanya tertarik pada bakteri laut.

    Temuan ini adalah hasil penelitian oseanografi di bagian barat laut Laut Sargasso -- yang berada dekat Segitiga Bermuda dan Pulau Bermuda -- selama sepuluh tahun.

    Ilmuwan mengungkap, dinamika organisme mikroskopis itu terkait dengan musim. Contohnya, di musim panas, virus berlipat ganda di di lapisan air pada kedalaman 60 sampai 100 meter. Jumlah mereka bisa mencapai sepuluh juta partikel per satu tetes air. Di musim dingin, mereka tidak terdeteksi di permukaan, organisme itu memilih tinggal di lokasi yang lebih dalam.

    Yang juga menarik, analisis para peneliti mengungkapkan, 90 persen dari DNA virus belum dikenal dalam ilmu pengetahuan. Mereka termasuk bakteriofag -- virus yang memangsa bakteri. Ilmuwan juga menemukan molekul organik bakteri mati di sekitar virus tersebut. Itu menjadikan permukaan air di kawasan tersebut kaya nutrisi. Ini berarti bahwa bakteriofag membentuk ekosistem mikroskopis di mana mereka tinggal.

    Virus tersebut menciptakan 'kafetaria' di kawasan tersebut. Tak hanya menarik organisme plakton, tapi juga membuat Ikan paus dan lumba-lumba datang dan mencari makan di sana.

    Para ilmuwan mengaku takjub dengan temuan yang mereka hasilkan. Sebab, sebelumnya mereka tak mengetahui peran virus ini dalam formasi ekosistem kelautan. Menurut ahli kelautan, virus laut kurang dipahami karena mereka sulit untuk ditangkap. Tapi sekarang jelas, mereka tak terhitung jumlahnya di semua lautan dan samudra.

    "Jumlah mereka 95 persen dari total biomassa laut. Artinya, jumlah virus bahkan lebih besar dari kombinasi krill (sejenis udang kecil), ikan dan hewan yang lebih besar seperti ikan paus. Mengingat laju multiplikasi virus dan jumlah mereka, menjadi jelas betapa pentingnya peran mereka dalam siklus hara di planet ini," kata salah satu penulis, Dr Rachel Persons.

    Meski penelitian dilakukan di Segitiga Bermuda -- lokasi unik di lautan -- para ahli yakin, dalam kasus ini tidak ada kelainan khusus untuk segitiga Bermuda. Virus juga ditemukan di sejumlah wilayah di lautan. sumber: Vivanews.com 

    Jumat, 16 September 2011

    Kesan Pertama Menjajal Windows 8



    Windows 8 menawarkan antarmuka dan pengalaman yang benar-benar baru bagi pengguna Windows. Tetapi, bagi pengguna gadget layar sentuh, kehadiran Windows 8 tak lebih dari perkembangan yang mengikuti zaman, di mana peran papan tuts dan tetikus diambil alih oleh sentuhan dan sapuan jari.
    Setelah Microsoft merilis Windows 8 versi percobaan untuk pengembang, dua hari lalu, saya langsung mengunduh berkasnya. Yang saya pakai adalah Windows Developer Preview 32 bit sebesar 2,8 GB. File berekstensi .iso ini harus "dibakar" dulu ke keping DVD. Sebelumnya, saya mencoba melakukan instalasi langsung lewat hard disk dan flash disk, tetapi berhenti di tengah jalan. Instalasi sistem operasi ini harus menggunakan keping DVD.
    Proses instalasi tidak memakan waktu lama. Hanya sekitar sepertiga waktu yang dibutuhkan untuk menginstal Windows 7 yang sebelumnya sudah tertanam di laptop. Warna hijau akan mendominasi tampilan selama instalasi.
    Selesai instalasi, pengguna akan langsung dibawa ke halaman Start yang tidak lagi menempel pada Taskbar. Di versi teranyarnya, Start Menu Windows berubah wujud menjadi halaman Start memanjang bernuansa hijau yang dipenuhi dengan tombol-tombol aplikasi bawaan. Inilah pintu masuk Windows yang sepenuhnya didedikasikan untuk perangkat layar sentuh. Tampilan ini segera mengingatkan saya pada iPad yang menjadi perangkat kedua saya dalam kurun waktu setahun terakhir.
    Harap dicatat, di versi percobaan ini, semua aplikasi (di luar aplikasi bawaan Windows) yang ada di Windows versi sebelumnya tidak bisa digunakan di versi ini, termasuk aplikasi Microsoft Office.
    Berhubung sistem operasi terbaru Microsoft ini saya gunakan di laptop Acer, fitur-fitur layar sentuh tidak bisa digunakan. Namun, itu bukan masalah, karena Windows 8 tetap bisa digunakan di perangkat komputer ataupun laptop tanpa layar sentuh. Untuk bergeser ke menu lainnya, saya cukup menggulung halaman dengan tetikus atau mengklik tombol panah di bagian bawah halaman Start. Sedangkan di sudut atas, terdapat profil pengguna yang fotonya bisa diganti dengan memanfaatkan webcam yang ada.
    Meskipun tampilan Start Menu berubah, Windows tetap mempertahankan tampilan lama yang di sini disebut sebagai "Desktop". Begitu Anda mengklik menu Desktop, Anda akan kembali ke suasana lama, lengkap dengan gambar desktop, panel Taskbar, dan tombol "Start" berlogo Windows di sudut kiri bawah.
    Tetapi, sekali lagi, tombol Start tersebut tidak akan mengeluarkan deretan menu seperti pada versi sebelumnya. Bila Anda mengklik logo Windows atau menekan tombol Start pada keyboard, Anda akan ditarik kembali ke halaman Start. Selain itu, Anda bisa menyorot tetikus ke sudut kiri taskbar untuk memunculkan tombol-tombol kelola yang terdiri dari menu Settings, Devices, Share, dan Search.
    Saat masuk ke Windows Explorer, saya menemukan tampilan menu baru yang lebih terstruktur. Tampilan ini saya anggap sebagai standardisasi tampilan dari Microsoft Office 2010 yang, selain di Windows Explorer, juga diterapkan pada aplikasi WordPad.
    Untuk berpindah ke aplikasi sebelumnya, Anda tetap bisa menggunakan kombinasi tombol Alt+Tab atau tombol Windows+Tab (tapi animasi Aero tidak keluar di versi ini). Selain itu, Anda bisa berpindah antar-aplikasi dengan menempelkan kursor ke sisi kiri layar. Sebuah minilayar akan keluar di dekat kursor yang akan membawa Anda ke aplikasi lain. Tunggu review berikutnya.
    sumber:Kompas.com

    Selasa, 13 September 2011

    Microsoft Windows 8




    MICROSOFT
    Steven Sinofsky (kanan), president of Windows and Windows Live, dan Michael Angiulo, corporate vice president of Windows Planning, Hardware & PC Ecosystem, mendemonstrasikan Windows 8 pada konferensi BUILD di Anaheim, California, Selasa (13/9/2011).
     
     Microsoft secara resmi akhirnya merilis sistem operasi terbarunya Windows 8 dalam konferensi BUILD yang dihadiri ribuan pengembang aplikasi di Anaheim, California, Selasa (13/9/2011). Presiden Divisi Windows Microsoft, Stefen Sinofsky menyebut Windows 8 sebagai perubahan besar yang pernah dilakukan Microsoft setelah Windows 95.
    "Rasanya seperti sistem yang berbeda," kata Sinofsky yang sebelumnya sudah berpengalaman memimpin pengembangan Windows 7. "Cepat, luwes, segar, dan penuh energi," ujarnya. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa Windows 8 memang akan menawarkan pengalaman baru dibanding sistem operasi sebelumnya yang emndukung penuh fitur layar sentuh dan bisa digunakan di semua jenis perangkat baik PC maupun tablet.
    Dari sisi tampilan, sistem operasi ini menyajikan menu yang segar seperti Windows Phone 7. Layar pertama langsung menyajikan kumpulan informasi dari aplikasi-aplikasi yang sedang dipakai dan menu yang disusun rapi. Dari menu awal, penggunannya juga bisa langsung mengakses daftar teman dalam jejaring sosialnya dan menu-menu favorit cukup menggeser layar dengan sentuhan jari.
    Software ini juga mendukung berbagai platform hardware. Tidak seperti versi-versi Windows sebelumnya yang hanya mendukung arsitektur prosesor x86, Windows 8 juga mendukung chip ARM yang banyak dipakai di perangkat tablet umumnya. Bentuk perangkatnya pun bisa jauh lebih ramping dan tipis serta bakal punya daya tahan baterai lebih lama.
    Sinofsky memastikan bahwa semua software yang berjalan di Windows 7 akan juga bisa dipakai pada Windows 8. Sedikit berbeda adalah dalam hal pendekatan pengguna untuk mengakses beberapa jenis aplikasi. Kalau sistem operasi sebelumnya memaksa pengguna selalu membuka aplikasi satu demi satu, pada Windows 8 kolaborasi antaraplikasi mulai diterapkan. Misalnya lewat fitur yang memungkinkan pengguna mengakses informasi email, Twitter, dan jejaring sosial dalam satu tampilan.
    Saat ini, Windows 8 memang baru diperkenalkan untuk para pengembang karena baru versi developer preview. Belum ada kepastian kapan software ini akan mulai didistribusikan ke pasar. Masih harus melalui tahap beta, release candidate, dan release to manufacturing, sebelum didistribusikan. "Kami pastikan dulu kualitasnya dan tidak tergantung pada tenggat waktu," ujar Sinofsky.
    sumber:kompas.com

    Selasa, 23 Agustus 2011

    IBM Produksi Chip yang Meniru Otak Manusia


    IBM memproduksi chip pertama yang diklaim dirancang sehingga punya kemampuan yang paling mendekati kemampuan otak manusia. Sistem mikroprosesor itu bisa melakukan "rewiring" koneksi ketika menemukan informasi baru, persis seperti kerja sinapsis dalam sistem saraf manusia.
    Ilmuwan mempercayai, dengan mereplikasi sistem saraf manusia, teknologi bisa terus belajar. Komputasi kognitif yang dikembangkan di chip ini nantinya mungkin bisa digunakan untuk memahami perilaku manusia dan digunakan untuk monitoring lingkungan.
    Dhamendra Modha, pimpinan proyek IBM menjelaskan, saat ini IBM tengah berusaha membuat kembali aspek-aspek yang ada pada manusia, seperti emosi, persepsi, kognisi, dan sensasi dengan proses yang disebut "reverse engineering the brain".
    Sistem SyNAPSES, demikian nama sistem yang dikembangkan IBM, memiliki 2 prototipe chip komputing neurosinapsis. Keduanya memiliki 256 core komputasional yang menurut ilmuwan secara elektronik setara dengan neuron. Satu chip memiliki 262.144 sinapsis terprogram, sementara yang lain memiliki 65.536 sinapsis pembelajar.
    Pada hewan dan manusia, sinapsis menghubungkan sel otak dan bagian saraf lain berdasarkan pengalaman baru dalam hidup kedua makhluk itu. Proses belajar pada intinya adalah pembentukan dan penguatan dari sinapsis itu. Sebuah mesin, tentu saja tidak bisa tersolder dan terlepas dengan sendirinya. Namun, hal ini bisa disimulasikan dengan meningkatkan volume pada sinyal input dan menaruh atensi yang kurang pada yang lain.
    Sejauh ini, IBM belum menunjukkan secara detail bagaimana sistem SyNAPSES bekerja. Namun, Dr Richard Cooper, ilmuwan kognitif di Birbeck University of London mengatakan, sangat mungkin mereplikasi koneksi fisik dengan mesin virtual. Di samping menguatkan dan melemahkan jaringan, sistem seperti yang dikembangkan IBM dengan mudah mengingat berapa banyak "perhatian" yang diberikan ke setiap sinyal dan mengubah ketergantungan pada pengalaman baru.
    "Bagian dari triknya adalah belajar alogaritma, bagaimanaAnda seharusnya mengubah volume naik dan turun," kata Dr Cooper. "Ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dengan sistem yang relatif simpel seperti itu seperti associate memory. Ketika kita melihat kucing, kita mungkin melihat tikus kecil," lanjut Cooper.
    Beberapa orang menganggap bahwa teknologi ini akan mencapai puncaknya ketika kesadaran mesin terwujud. Namun, Mark Bishop, profesor komputasi kognitif memperingatkan, "Saya memahami kognisi sebagai hal yang lebih dan melampaui proses simulasi dengan eksekusi yang hanya komputasi, klaim seperti itu ada di ambang keajaiban."
    Sampai saat ini, IBM terus mengerjakan proyek SyNAPSES-nya bersama partner akademisnya dan baru saja diberi 21 juta dollar AS oleh US Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
    sumber:kompas

    Jumat, 19 Agustus 2011

    VIDEO: Badai Matahari Terjang Bumi


    Untuk kali pertamanya, pesawat ruang angkasa yang jauh dari Bumi, STEREO-A, menjadi saksi saat terjadinya badai Matahari melanda planet Bumi. Sebuah video yang dirilis NASA telah membuat para fisikawan tercengang. Lihat videonya di sini.

    "Video ini membuat saya merinding," kata Craig DeForest, ilmuwan dari Southwest Researcher Institute di Boulder, Colorado. "Ini menunjukkan pembengkakan CME (coronal mass ejection) menjadi dinding plasma besar kemudian menerjang sebuah titik biru. Titik tersebut adalah Bumi, tempat tinggal kita. Saya merasa kecil, tak berarti," tambah dia.

    CME adalah ledakan besar yang melontarkan miliaran ton awan plasma korona. Ketika menyapu Bumi, ia dapat menyebabkan aurora, badai radiasi, dan dalam kasus yang ekstrem adalah terputusnya jaringan listrik dan mematikan sistem satelit. Melacak awan ini dan prediksi kedatangannya adalah bagian penting terkait cuaca luar angkasa.

    "Kami pernah melihat CME sebelumnya, namun tak pernah seperti ini," kata Lika Guhathakurta, ilmuwan misi STEREO di kantor pusat NASA. "STEREO-A telah memberi kita pandangan baru tentang badai matahari."
    STEREO-A adalah satu dari dua pesawat luar angkasa yang diluncurkan pada 2006 untuk mengobservasi aktivitas Matahari. Saat badai itu terjadi, STEREO-A berjarak lebih dari 65 juta mil dari Bumi.

    CME pertama yang meninggalkan Matahari terlihat terang dan mudah dilihat. Namun, visibilitasnya secara cepat menurun saat awan plasma berekspansi ke ruang hampa udara. Saat melintasi orbit Venus, cahayanya jutaan kali lebih pucat dari bulan purnama, dan ribuan kali lebih pucar dari Bima Sakti. CME yang mencapai Bumi hampir sama tipis dengan ruang hampa, nyaris transparan.

    "Membedakan CME dengan cahaya bintang atau debu angkasa selama ini menjadi tantangan besar," kata Craig DeForest.
    Butuh tiga tahun, sejak 2008, bagi tim ilmuwan untuk belajar mengenali CME. Kabar baiknya, kini teknik tersebut telah disempurnakan. Ini sangat penting artinya dalam prediksi cuaca ruang angkasa. Dengan mengkalkulasi kecepatan CME, kita bisa mengestimasi kapan ia akan mencapai Bumi.

    "Di masa lalu, prediksi terbaik kami soal kedatangan CME, penuh ketidakpastian, plus atau minus 4 jam," kata Alysha Reinard dari Space Weather Prediction Center NOAA. "Video ini secara signifikan akan mengurangi tingkat kesalahan. (sumber: NASA)
    sumber:VIVAnews

    Senin, 08 Agustus 2011

    Karpet Terbang Berhasil Diciptakan

    Karpet Terbang Berhasil Diciptakan
    Bukan karpet terbang seperti di film kisah 1001 malam, tapi karpet yang diberinama "Allawan" tersebut hanya memberikan sensasi terbang pada orang yang duduk di atasnya.
    Mereka meletakkan karpet di atas kotak dengan sistem cermin khusus sehingga ketika dipandang karpet tampak seperti melayang.
    "Kami mendapatkan efek ini setelah melakukan banyak eksperimen dengan cermin dan peralatan lainnya," kata Kamil Laszuk, salah satu mahasiswa peneliti.
    "Anda bisa menggunakannya untuk tempat duduk beberapa orang, lounger, ganjal kaki maupun meja," kata Laszuk.
    Karpet bisa diletakkan di mana saja, mulai dari ruang keluarga untuk bersantai hingga gurun Sahara untuk bergaya seolah sedang terbang.
    Menurut Laszuk, trik yang sama juga bisa diaplikasikan pada perabot rumah lain sehingga akan tercipta lebih banyak perabot terbang. "Kami yakin belum ada seorang pun yang menemukan efek ini dan menggunakannya dalam desain furnitur kecuali kami," kata Laszuk. (*)

    Rabu, 03 Agustus 2011

    NSA Buka Lowongan untuk 3.000 "Hacker"

     
    Pemerintah Amerika Serikat membuka lowongan bagi peretas (hacker) sistem komputer yang merasa dirinya cukup piawai menangani bidang yang mereka sebut "masalah paling berat di muka bumi". National Security Agency mengaku butuh banyak peretas untuk menghadapi perang siber yang semakin menjadi ancaman keamanan nasional.
    Tugasnya antara lain memperkuat jaringan, menjaganya agar tetap terbarui, melakukan uji coba menembus sistem untuk menemukan celah keamanan, dan mengamati tanda-tanda adanya serangan.
    Ketersediaan tenaga peretas profesional ini kalah banyak dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan AS. Itu sebabnya, sejumlah agen federal, mulai dari DOD, DHS, NASA, dan NSA, datang ke Las Vegas, minggu ini, untuk menghadiri Defcon, konvensi tahunan para peretas sedunia.
    NSA membutuhkan sedikitnya 1.500 orang pada tahun fiskal yang berakhir 30 September 2011 dan 1.500 orang lagi tahun depan. Kebanyakan dari mereka adalah tenaga ahli siber. Pada ajang Defcon yang diikuti sekitar 10.000 peserta, NSA harus bersaing dengan badan lain untuk menemukan tenaga terbaik.
    Agen mata-mata Amerika Serikat itu selama ini menjalankan strategi menyerang dan bertahan dalam perang siber. Lembaga ini mematai-matai musuh dan melindungi jaringan komputer AS yang menyimpan materi super-rahasia, target empuk para musuh AS.
    "Saat ini pejuang siber yang kami butuhkan, bukan ilmuwan roket," kata Richard George, Direktur Teknis Information Assurance Directorate NSA yang menangani sistem pertahanan siber. "Inilah perang yang kita hadapi sekarang. Dan, kami butuh tenaga terbaik dan terpintar yang siap menyandang predikat pejuang siber.
    sumber:VIVAnews.com

    Foxconn Gantikan Manusia dengan Satu Juta Robot

    Foxconn Gantikan Manusia dengan Satu Juta Robot

    Pekerjaan-pekerjaan sederhana akan diganti dari tangan manusia kepada robot. Hal ini dilakukan Foxconn, perusahaan yang membuat sejumlah perangkat untuk Apple iPhone dan iPad.
    Bahkan Foxconn berencana mengganti tenaga kerja manusia dengan satu juta robot dalam tiga tahun mendatang.
    Kantor berita Xinhuanet melaporkan, robot-robot tersebut akan menangani pekerjaan-pekerjaan sederhana yang selama ini dikerjakan manusia seperti mengelas dan merangkai komponen. Foxconn saat ini punya 10.000 robot yang akan meningkat menjadi 300.00 tahun depan hingga akhirnya menjadi satu juta dalam tiga tahun mendatang.
    "Penggunaan robot ditujukan untuk menekan pengeluaran untuk pos tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi," kata Foxconn CEO, Terry Guo.
    Foxconn merupakan perusahaan besar di China. Perusahaan yang memiliki sejuta pekerja ini belum lama menjadi sorotan akibat serangkaian kasus bunuh diri yang terjadi di pabrik. Kasus itu memaksa Apple, Hewlett-Packard, Dell, Sony, dan perusahaan lain menginvestigasi praktik bisnis yang dijalankan Foxconn. Belum lama berselang, pabrik Foxconn di Chengdu meledak, menewaskan dua orang dan melukai 16 orang lainnya.
    sumber:Yahoo

    Minggu, 31 Juli 2011

    Antilaser, Teknologi Komputer Masa Depan

     
     Laser, teknologi ‘usang’ yang sudah berusia 50 tahun kini jamak digunakan di berbagai perangkat, mulai dari CD sampai ke pointer yang biasa digunakan untuk presentasi. Kini, teknologi itu menghadapi lawannya, yakni antilaser.

    Perangkat antilaser akan mampu menangkap dan membatalkan sinar laser yang sudah dipancarkan.

    Menurut Douglas Stone, peneliti asal Yale University, Amerika Serikat, meski perangkat seperti itu kemungkinan hanya cocok untuk film-film fiksi ilmiah, namun dalam dunia nyata, penggunaan yang paling memungkinkan dari teknologi antilaser adalah di dunia komputer, khususnya drive optik.

    “Ke depannya, cara kerja perangkat ini adalah seperti memancarkan laser secara terbalik,” kata Stone, seperti dikutip dari Phbeta, 30 Juli 2011.

    Stone menyebutkan, meski laser membutuhkan energi listrik dan memancarkan sinar dalam pita frekuensi yang cukup sempit, antilaser yang diciptakannya mengambil sinar laser dan mentransformasikannya menjadi energi panas. Akan tetapi energi ini juga dapat dikonversikan menjadi energi listrik.

    Laser konvensional, yang ditemukan pada tahun 1960, menggunakan apa yang disebut dengan ‘gain medium’ misalnya material semikonduktor untuk membuat pancaran gelombang cahaya yang fokus.

    Adapun perangkat yang dibuat Stone menggunakan silikon sebagai penyerap ‘loss medium’ yang menangkap gelombang sinar itu yang akan membuatnya memantul-mantul hingga mereka dikonversikan menjadi panas.

    Dan meskipun teknologi yang ditemukan Stone tampak menarik, antilaser yang ia buat tidaklah ditujukan sebagai pelindung laser. “Ini merupakan cara untuk menyerap laser. Berbeda dengan pistol laser yang jika ia digunakan untuk membunuh, sinar lasernya tetap akan membunuh targetnya,” ucapnya.

    Menurut Stone, penggunaan yang paling memungkinkan untuk teknologinya adalah di bidang komputer. “Komputer kinerja tinggi masa depan akan memiliki chip hybrid,” ucapnya. “Bukannya memiliki chip dengan transistor dan silikon, komputer masa depan akan menggunakan energi listrik dan cahaya,” ucap Stone.

    Stone menyebutkan, perangkat dengan antilaser juga bisa digunakan sebagai sakelar optik yang bisa dinyala-matikan kapanpun diinginkan.

    Kamis, 14 Juli 2011

    Google Rilis Photovine, Jejaring Sosial Foto

     
     
    Photovine, Jejaring Sosial Foto Milik Google, Bakal Dirilis

    Google meluncurkan jejaring sosial baru khusus layanan foto, Photovine.
    Meskipun Google tidak banyak memaparkan soal Photovine ke publik, namun tampaknya layannan ini menjadi salah satu andalan Google. Pengguna ponsel dapat mengambil foto dari ponsel mereka dan mengunggah sejumlah foto dengan cara yang sama saat ngetwit di Twitter.
    Jika Anda berlangganan Photovine seorang teman, Anda akan dapat melihat foto-foto terbaru yang diunggah teman Anda itu secara langsung.
    Sampai hari ini layanan Photovine belum berfungsi. Hanya ada kesempatan untuk meminta undangan ke situs Photovine, tanpa jelas kapan layanan ini akan diluncurkan secara resmi.
    Google memberikan sedikit detil tentang layanan ini. "Photovine merupakan layanan berbagi foto yang didirikan Slide," demikian pernyataan Google. Perusahaan media sosial ini diakusisi bulan Agustus.
    "Ini merupakan cara jenaka untuk belajar lebih banyak tentang teman-teman Anda, bertemu orang baru, dan berbagi dunia Anda dengan yang lainnya."
    Photovine muncul tak lama Google meluncurkan layanan jejaring sosial Google Plus. Tapi tidak jelas apakah dua layanan ini akan beraliansi.
    Google memposting video yang memperlihatkan bagaimana mengambil foto dengan iPhone. Dan di sini terlihat jelas bagaimana Photovine akan menjadi salah satu aplikasi iPhone. Namun saat ini aplikasi Photovine belum tersedia di iTunes.  Ada pula asumsi bahwa Google akan membuat Photovine bagi pengguna ponsel dengan sistem operasi Android.
    Nah, Anda berminat? Kita tunggu Photovine aktif.

    Rabu, 13 Juli 2011

    Dari Mana Datangnya Air di Bumi?

    Kalau air hadir bersamaan dengan terbentuknya planet Bumi pada 4,5 miliar tahun lalu, ia kemungkinan besar sudah menguap karena panasnya Matahari yang ketika itu masih muda. (starryskies.com)
     
    Asal muasal air di planet kita, yang meliputi hingga 70 persen dari permukaan Bumi masih misterius bagi para ilmuwan. Banyak yang berpendapat bahwa air tidak muncul bersamaan dengan terbentuknya Bumi, namun objek dari angkasa yang mengantarkannya ke planet kita.

    Diperkirakan, kalau air datang bersamaan dengan terbentuknya planet Bumi pada 4,5 miliar tahun lalu, ia kemungkinan besar sudah menguap karena panasnya Matahari yang ketika itu masih muda. Artinya, air kemungkinan datang dari tempat lain.

    Planet-planet dalam (Merkurius, Venus, Mars) juga ketika tata surya baru mulai dibentuk, masih terlalu panas untuk menyimpan air. Jadi, kemungkinan air di Bumi juga tidak datang dari sana. Namun, planet-planet dan benda-benda angkasa lain seperti bulan-bulan milik Jupiter, komet, dan lain-lain cukup jauh dari Matahari hingga memungkinkan untuk punya es.

    Selama periode sektar 4 miliar tahun lalu, yang disebut dengan periode Late Heavy Bombardment, objek raksasa, kemungkinan datang dari luar tata surya, menghujani Bumi dan planet-planet dalam lainnya. Ada kemungkinan bahwa objek-objek ini dipenuhi oleh air. Tabrakan Bumi dengan objek-objek inilah yang membuat planet kita dipenuhi air.

    Lalu, objek apa yang mengantarkan air?

    Untuk beberapa lama, astronom memperkirakan bahwa komet, terbuat dari bongkahan es dan batu yang memiliki uapan es di buntutnya yang panjang dan terus-menerus mengitari Matahari, diperkirakan menjadi pelakunya.

    Namun demikian, pengukuran jarak jauh terhadap air yang menguap dari beberapa komet besar yang ada saat ini seperti komet Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp mengungkapkan bahwa es yang ada di sana terbuat dari tipe H2O yang berbeda karena mengandung isotop hidrogen yang lebih berat dibanding es yang biasa ada di Bumi.

    Artinya, komet-komet ini bukanlah sumber air bagi Bumi.

    Dicoretnya komet-komet besar dari daftar tersangka sumber air, astronom kembali mencari petunjuk apakah air yang ada di bumi datang dari sabuk asteroid.

    Kawasan yang terdiri dari ratusan ribu asteroid yang mengorbit Matahari di antara planet dalam dan planet luar sebelumnya diyakini terlalu dekat ke Matahari untuk menyimpan air. Namun dari bukti-bukti terbaru, diketahui bahwa ada es di asteroid 24 Themis yang ada di sana.

    Temuan ini, dan es di asteroid lain mengindikasikan bahwa kemungkinan ada lebih banyak es di sabuk asteroid dibanding perkiraan sebelumnya. Ini kemungkinan menjadi sumber datangnya air di Bumi.

    Saat ini, seperti dikutip dari Life’s Little Mysteries, 14 Juli 2011, satelit pemantau seperti DAWN milik NASA sudah dikirim untuk mengeksplorasi asteroid. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan mengetahui lebih banyak seputar es air misterius yang berpotensi membantu kita memahami bagaimana asal muasal air di Bumi.

    Kamis, 30 Juni 2011

    Astronom Rusia: Kita Bertemu Alien Tahun 2031

      Keberadaan mahluk cerdas selain manusia di alam semesta -- atau alien -- masih jadi wacana semi dongeng. Belum ada bukti sahih keberadaan mereka. Meski demikian, seorang astronom terkemuka Rusia yakin, manusia akan menjumpai peradaban alien dalam waktu relatif dekat. Dua dekade mendatang.

    "Asal-usul kehidupan tak terelakkan seperti halnya formasi atom...Kehidupan juga ada di planet lain. Kita akan  menemukannya dalam waktu 20 tahun," kata Andrei  Finkelstein, direktur Russian Academy of Sciences, seperti dimuat situs Guardian.

    Berbicara dalam forum internasional yang didedikasikan untuk pencarian kehidupan ekstraterresterial, Finkelstein mengatakan, diketahui 10 persen dari seluruh planet yang telah diketahui, berputar mengitari mataharinya di galaksinya -- seperti halnya Bumi. Ditambahkan dia, jika air bisa ditemukan, maka bisa dipastikan ada kehidupan di planet itu.

    Seperti apa alien dalam bayangan Finkelstein? Kata dia, kemungkinan besar mirip dengan manusia: punya dua tangan, dua kaki, dan kepala. "Warna kulit mereka mungkin berbeda, toh  manusia kan juga begitu," kata dia.

    Institut yang dijalankan Finkelstein menjalankan program untuk mengawasi dan mengirimkan sinyal radio ke luar angkasa. Program ini diluncurkan pada tahun 1960-an, di puncak perang dingin yang menjalar ke persaingan penjelajahan angkasa. "Sepanjang waktu kami telah mencari peradaban luar bumi. Kami selalu menunggu datangnya  pesan dari ruang angkasa," katanya.

    Dalil Finkelstein diperkuat sejumlah ilmuwan. Salah satunya, pada bulan Maret seorang ilmuwan NASA memicu kontroversi karena mengklaim telah menemukan fosil kecil mirip serangga alien di dalam meteorit yang mendarat di Bumi.

    Adalah Richard Hoover, seorang astrobiologis pada pusat penerbangan luar angkasa Marshall di Alabama yang mengatakan, filamen dan struktur meteorit mengandung fosil mikroskopis makhluk luar angkasa yang menyerupai ganggang, yang dikenal sebagai cyanobacteria.

    Dalam Journal of Cosmology, Hoove menuliskan, bahwa kurangnya nitrogen dalam sampel -- unsur yang penting bagi kehidupan di Bumi -- mengindikasikan bahwa mereka adalah "sisa-sisa bentuk kehidupan di luar bumi yang berasal dari tubuh di induk meteorit yang mengandung air -- sebelum batu angkasa itu memasuki atmosfer bumi.

    Soal keberadaan alien juga disinggung oleh Charles Liu, profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium di the American Museum of Natural History.

    Apakah alien benar-benar ada? "Ya. Alam semesta ini sangat sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut," kata Liu, seperti dikutip dari Space, 28 Juni 2011. "Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol," ucapnya.

    Liu menyebutkan, jika ada kehidupan yang bisa tumbuh di satu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain. Pertanyaan berikutnya, apakah makhluk luar angkasa ada?

    "Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya. (Guardian, eh)

     
    Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes