Sabtu, 13 Agustus 2011

Ziarah Makam Keramat di Hutan Plangon



    Obyek wisata bernuasa religi memang cukup banyak tersebar di wilayah Kota maupun Kabupaten Cirebon. Salah satu obyek wisata kali ini adalah hutan keramat Plangon yang berada di Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

    Keunikan dari hutan Keramat Plangon ini yaitu terletak pada nilai kepurbakalaannya. Dalam kawasan hutan seluas 48 hektare ini terdapat makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan.

    Plangon sendiri berasal dari kata Tegal 'klangenan' yang berarti sebuah tempat atau bukit untuk menenangkan diri. Pada lokasi tertentu di sepanjang jalan berundak tersebut disediakan selter bagi peziarah yang ingin beristirahat. Di sana mereka juga dapat menyaksikan tingkah pola kera liar yang jinak. Konon kera-kera tersebut adalah peliharaan Pangeran Panjunan.

    Bagi para pengunjung yang baru pertama kali ketempat tersebut, kesan seram memang terasa, selain hutannya yang cukup lebat juga setiap gerak gerik kita akan diikuti oleh kera-kera yang memang terkadang sedikit jahil. Untuk mengantisipasi kera-kera yang jahil, setidaknya pengunjung harus didampingi pawang setempat. Untuk bisa mencapai puncak bukit Plangon, biasanya para pengunjung terlebih dulu harus menaiki ratusan anak tangga.

    Menurut penduduk setempat, setiap puluhan anak tangga mencapai bukit Plangon, terdapat enam wilayah yang dikuasai oleh para jawara-jawara monyet yang berbeda. Sebagai obyek wisata Plangon merupakan obyek wisata yang berbeda karena mengandung perpaduan antara nilai-nilai sejarah Islam dan nuansa alam yang indah serta habitat Kera.

    Bangunan cungkup makam berada di bagian utara halaman menghadap ke selatan. Bangunan keramat di Plangon ini berbentuk semacam bangunan berundak ke belakang terdiri tiga bagian yaitu halaman pertama, halaman kedua, dan bangunan cungkup makam.

    Seluruh bagian bangunan berwarna merah bata kecuali pintu cungkup berwarna hijau muda. Makam keramat telah diberi cungkup, terdiri bagian teras dan ruang utama. Tokoh utama yang dimakamkan adalah Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan.

    Sepeninggal kedua Pangeran ini, maka pada setiap tanggal 27 Rajab dan 2 Syawal makam tersebut banyak dikunjungi oleh keluarga Panjunan dan Kejaksan serta masyarakat dengan tujuan berziarah sebagai tepung tahun ketemu tahun berikutnya atau masa ziarah berikutnya. Komplek ini sekarang dikelola oleh Keraton Kanoman Cirebon.

    Dede(46) pawang kera setempat  menuturkan, kera-kera tersebut akan turun dari pohon jika sang pawang memanggilnya dengan cara memukul-mukul pohon beberapa kali. "Pengunjung yang datang ke sini bukan hanya untuk berziarah saja, ada juga yang bersemedi di dalam hutan untuk mengalap berkah," katanya.
    sumber:VIVAnews

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes